Decode URL encoded text: Tempel teks berisi percent-encoding seperti %20 atau %3F, lalu ubah kembali menjadi bentuk yang mudah dibaca.
Apa Itu URL Decoder?
URL decoder adalah alat untuk mengubah karakter percent-encoded kembali menjadi karakter asli. Dalam URL, karakter tertentu harus ditulis dalam bentuk aman seperti %20 untuk spasi atau %2F untuk garis miring.
Saat debugging link, query string, callback URL, atau payload API, decoder membantu melihat nilai sebenarnya.
Contoh Encoding URL
Input:
hello%20world%3Fname%3DUPREK
Output:
hello world?name=UPREK
Cara Menggunakan Decoder URL
- Tempel URL encoded string ke kolom input.
- Biarkan mode Otomatis aktif untuk mendekode saat mengetik.
- Matikan mode otomatis jika ingin mengedit dulu, lalu klik Dekode URL.
- Gunakan Unggah file untuk memuat teks dari file lokal.
- Salin hasil dekode dari kolom output.
Jika input berisi escape sequence yang tidak valid, alat akan menampilkan pesan error.
Kapan Decoder URL Berguna?
Developer memakai URL decoder untuk memeriksa query parameter, redirect URL, webhook, OAuth callback, dan log aplikasi. SEO dan marketing team dapat memakainya untuk membaca URL campaign yang panjang.
Data sebagai Parameter
Input dapat diisi dengan ?input=:
https://www.uprek.com/id/tools/decoder-url?input=hello%2520world
Perhatikan bahwa nilai parameter sendiri perlu di-encode agar bisa masuk ke URL.
Privasi
Dekode dilakukan di browser dengan JavaScript. Data tidak perlu dikirim ke server runtime.